It’s Always Darkest Before Dawn
Berbagai macam hal akan terlihat memburuk sebelum akhirnya menunjukkan perbaikan, itulah
makna di balik It’s Always Darkest Before Dawn dan dalam melihat fluktuasi di pasar modal Indonesia
akhir-akhir ini, kami merasa bahwa istilah ini sesuai untuk menggambarkan kondisi saat ini.
Konsep Nilai dan Harga Dalam Investasi
Investasi selalu dihadapkan pada aspek nilai (value) dan harga (price), dan dalam berbagai peristiwa
seringkali dipertentangkan sementara idealnya berjalan secara bersamaan. Menurut hemat kami, berita
negatif juga cenderung mendapat perhatian lebih akhir-akhir ini dibanding berita yang positif. Bobot
perhatian yang tidak berimbang inilah yang dapat membuat price tidak konsisten berjalan denganvalue. Berbagai macam berita muncul baik dari dalam maupun luar negeri. Mulai dari perang tarif,
konflik geopolitik di Timur Tengah, resesi ekonomi AS, sampai kepada isu mundurnya Ibu Sri Mulyani,
sementara di sisi lain, berbagai berita positif seperti angka PMI Manufaktur Indonesia yang naik dari 51,9
di Januari ke 53,6 di Februari 2025 kemudian neraca perdagangan Indonesia yang kembali mencatatkan
surplus USD 3,12 miliar di Februari serta pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan tumbuh
di kisaran 5%, dimana (salah satu pertumbuhan ekonomi yang tertinggi di tengah global economic
slowdown, kurang mendapat perhatian.

Literasi dan Peluang Investasi
Risiko dan peluang selalu berjalan bersamaan, namun kemampuan melihat suatu investasi lebih
cenderung mengarah ke risiko atau peluang membutuhkan literasi yang cukup. Pada saat ini, Indeks
MSCI ESG Screened menunjukkan bahwa harga saham yang menjadi konstituen indeksnya berada
pada tingkat P/BV (perbandingan harga terhadap nilai buku) di level 2,1 dan mengalami tekanan selama
beberapa bulan terakhir. Investor dapat melihat ini sebagai sebuah risiko, namun bagi sebagian investor
lain yang memiliki literasi yang cukup, melihat kondisi ini sebagai peluang yang besar karena harga
saham yang terkoreksi cukup dalam sementara emiten-emiten pada indeks ini adalah emiten dengan
kapitalisasi besar, pertumbuhan yang berkesinambungan, dan likuiditas yang tinggi.
Berinvestasi di Tengah Volatilitas Tinggi
Ketika investor telah memilih investasi yang sesuai dan solid, keputusan selanjutnya adalah menentukan
cara berinvestasi. Pada berbagai kesempatan bertemu dengan investor publik, kami menemukan bahwa
cukup banyak kondisi ketika setelah investor memilih investasi yang cukup baik namun kurang optimal
dalam cara berinvestasinya, terutama ketika pasar sedang dalam fluktuasi yang tinggi dan diwarnai
sentimen negatif. Secara umum terdapat dua metode dalam berinvestasi, lump-sum (berinvestasi langsung
sekaligus) atau dengan cost-averaging (berinvestasi secara bertahap). Dan kami berkesimpulan, semakin fluktuatif suatu instrumen investasi maka semakin optimal hasil investasi dengan berinvestasi secara cost averaging. Terakhir, kami ingin mengajak investor untuk juga memberikan bobot perhatian yang
sama terhadap value dan tidak terlalu memberatkan pada price dalam berinvestasi karena sejatinya
fluktuasi hanya terjadi pada price sementara value cenderung lebih konsisten.
Disclaimer:
Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) tanpa pemberitahuan sebelumya. BRI-MI tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.